Menumbuhkan Rasa Patriotisme Dengan Mengembangkan Bakat
Menumbuhkan Rasa Patriotisme Dengan Mengembangkan Bakat
Pada tanggal 10 November kemarin, di seluruh Indonesia memperingati hari pahlawan. Tentu saja, kita memperingati hari pahlawan dengan hati yang bangga serta hormat terhadap pahlawan kita. Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Jadi, bangsa Indonesia termasuk bangsa yang besar karena dapat menghargai jasa-jasa pahlawannya, sampai-sampai pemerintah membuat hari-hari besar kepahlawanan seperti hari pahlawan, hari kemerdekaan, hari kartini, dan hari-hari besar lainnya.
Tetapi, apakah berguna jika pemerintah membuatnya tetapi masyarakat terutama generasi muda tidak bisa menanggapinya dengan hal yang baik? Tentu hari-hari tersebut hanya sebagai rutinitas saja jika terjadi hal seperti itu. Tetapi, kita pasti tidak mau hal itu terjadi pada negara kita. Kita sebagai generasi muda harus dapat mengormatiserta menghargai jasa-jasa para pahlawan kita untuk dapat mewujudkan indonesia sebagai bangsa yang besar. Untuk dapa menghargai para pahlawan, terlebih dahulu kita harus tahu jasa-jasanya. Apakah kalian tahu jasa para pahlawan kita? Kalau belum, mari kita membaca cuplikan tentang sejarah hari pahlawan ini.
Pada tanggal 31 Agustus 1945, dibuat maklumat pemerintah bahwa 1 September 1945 bendera merah putih dikibarkan di seluruh Indonesia. Tetapi tanggal18 Sptember 1945, datanglah utusan Belanda dibawah pimpinan Mr.W.V.Ch ploegman yang mengibarkan bendera belanda di atas hotel yamato. Akhirnya, dilihatlah oleh para pemuda Surabaya. Mulai dari anak belasan tahun datang ke sana untuk menghadapi segala kemungkinan. Tetapi residen Sudirman datang untuk beruding dengan ploegman. Tetapi ploegman menolak dan mengacungkan revolver. Tetapi, datanglah pemuda Sidik dan Haryono. Sidik menendang revolver sehingga meletus tembakan yang tidak mengenai sasaran. Dan sidik mencekik ploegman sampai tewas. Tetapi dari luar datang tentara belanda untuk membunuh sidik dan sidikpun terbunuh. Dari luar, terjadi pemanjatan tiang bendera dan akhirnya sisi biru berhasil dikoyakkan.Seluruh rakyat berteriak merdeka. Dan keadaan kembali mereda.
Tetapi, tanggal 30 Oktber 1945, terjadi kejadian terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur). Tetapi penggantinya yaitu Mayor jenderal mansergh mengeluarkan ultimatum bahwa selluruh pemimpin tentara harus meletakkan senjata di tempat yang ditentukan. Batas ultimatum 10 November 1945.
Tetapi rakyat surabaya menolak. Dan pada 10 November pagi terjadilah serangan besar. Seluruh surabaya dibom oleh pesawat, kapal perang, tank,dll. Tetapi tokoh masyarakat sperti para kyai mengerahkan santri mereka. Juga ada bung tomo sehingga pertahanan yang digalang semakin teratur. Dari serangan itu menyebabkan banyak korban.Dan pada hari itu dikenang sebagai hari pahlawan.
ini adalah tulisan saya di smp kelas 2 untuk majalah bawara, hahahaa